Bagian penting dalam membangun bisnis yang sukses adalah mendefinisikan merek Anda. Salah satu cara bisnis Anda menciptakan citra merek yang berkesan adalah dengan merancang palet warna khas merek secara cermat. Berikut cara memilih warna yang tepat untuk merek Anda, lengkap dengan contoh skema warna merek yang sukses dari beberapa toko Shopify, serta kiat memanfaatkan warna dari Sara Mote, Co-founder agensi desain web Mote.
Apa itu warna merek?
Warna merek, yang sering disusun dalam sebuah palet warna merek, adalah rona atau gradasi tertentu yang digunakan di seluruh materi pemasaran dan penjenamaan Anda. Bisnis menampilkan warna merek secara menonjol di area-area utama, seperti situs web, tipografi, latar belakang, kemasan, dan fotografi. Palet warna pada umumnya mencakup setidaknya tiga warna inti dan hingga 10 warna sekunder serta tersier.
Palet warna yang khas dapat menciptakan asosiasi konsumen positif dan berkontribusi pada identitas visual unik yang memperkuat pengenalan merek. Seperti yang telah dijelaskan Sara, "Elemen merek seperti tipografi, citra, dan warna benar-benar berperan untuk memastikan bahwa Anda menciptakan pengalaman yang kohesif dengan penjenamaan yang tegas."
Cara memilih warna merek Anda
- Renungkan identitas merek
- Pertimbangkan asosiasi warna
- Pilih warna utama
- Bangun palet merek
- Uji pilihan Anda
Warna khas dapat memperkuat kesadaran merek dan membantu bisnis Anda menonjol, tetapi memilih palet warna merek bukan sekadar keputusan pemasaran; ini soal ekspresi. "Dengan pilihan warna Anda, bahkan jika sebagian besar monokromatik, ada banyak peluang untuk menyuntikkan kepribadian merek," kata Sara.
Berikut cara mengidentifikasi warna merek yang sempurna:
1. Renungkan identitas merek
Pertimbangkan kepribadian merek, produk atau layanan, serta audiens target Anda untuk memastikan warna merek Anda mengekspresikan hal-hal yang penting bagi bisnis Anda. Bagaimana Anda ingin konsumen memandang perusahaan Anda? Apakah Anda bisnis teknologi mutakhir yang aspiratif, atau toko perlengkapan seni di lingkungan sekitar yang ramah? Apakah Anda ingin konsumen mengaitkan Anda dengan ketenangan dan kenyamanan, atau dengan kegembiraan dan keceriaan?
Identifikasi nilai inti Anda dengan menuliskan daftar lengkap sifat-sifat kepribadian merek Anda; meminta masukan dari pelanggan, mitra, dan penasihat; serta meninjau keseluruhan strategi merek Anda, termasuk suara dan visi.
2. Pertimbangkan asosiasi warna
Temukan inspirasi warna dengan meneliti psikologi warna dan teori warna. Teori warna menjelaskan bagaimana dan mengapa warna-warna berbeda dapat serasi, sementara psikologi warna mempelajari konotasi emosional serupa yang dimiliki orang terhadap warna tertentu. Keterkaitan emosional ini sering bergantung pada demografi dan budaya. Beberapa asosiasi yang umum meliputi:
- Merah. Cinta, kepentingan, dan kegembiraan.
- Kuning. Kebahagiaan, energi, dan keterbukaan.
- Biru. Stabilitas, kepercayaan, dan tanggung jawab.
- Oranye. Kreativitas, kehangatan, dan perubahan.
- Hijau. Pembaruan, pertumbuhan, dan kemakmuran.
- Ungu. Kemewahan, kebijaksanaan, dan spiritualitas.
Gunakan prinsip-prinsip ini untuk menginspirasi pilihan warna bagi sifat kepribadian merek yang penting, tetapi jangan memandang asosiasi teori warna sebagai seperangkat aturan yang kaku. "Kita semua memiliki asosiasi yang berbeda dengan warna," kata Sara. "Ketika menyangkut warna, saya biasanya lebih memikirkan praktik terbaik daripada psikologi."
3. Pilih warna utama
Pilih warna utama merek Anda, yakni gradasi yang paling mewakili merek Anda. Warna utama sering digunakan pada logo dan ditampilkan secara menonjol dalam desain situs web dan kemasan. Pertimbangkan makna warna, jenis produk, sifat kepribadian merek, dan makna personal. Sebagai contoh, merek besi cor kelas atas Le Creuset memilih warna jingga "flame" yang terinspirasi dari warna besi yang meleleh.
Gunakan kode heksadesimal (hex) daripada nama warna umum untuk memastikan warna merek Anda unik dan spesifik. Misalnya, "biru tua" mungkin menggambarkan warna utama Anda, tetapi kode hex #151A7B, yang mewakili warna dengan nilai alfanumerik, mengidentifikasi gradasi persis dari biru langit tengah malam pada logo Anda. Sertakan kode warna merek dalam panduan merek Anda untuk memastikan konsistensi dan akurasi, sehingga desainer grafis dapat mencocokkan warna merek Anda secara persis di semua platform.
4. Bangun palet merek
Setelah Anda mengidentifikasi warna utama, gunakan warna itu untuk memandu pilihan warna sekunder Anda. Palet warna merek umumnya terdiri dari warna aksen, yang membantu elemen desain menonjol, serta warna netral untuk keseimbangan.
Konsultasikan roda warna, yang secara visual menunjukkan hubungan antarwarna, untuk menemukan kombinasi warna yang sedap dipandang. Targetkan satu hingga tiga warna utama, netral, dan aksen. Pastikan warna teks memberikan kontras yang cukup terhadap latar belakang agar tetap mudah dibaca.
Usahakan agar warna tidak berlebihan dengan menggunakan aturan 60-30-10, sebuah pedoman desain, untuk menyeimbangkan warna merek: gunakan warna utama untuk 60% elemen desain, warna sekunder untuk 30%, dan warna aksen untuk 10%. Prinsip ini memperkuat kepentingan dan hierarki warna yang terkait dengan merek Anda.
5. Uji pilihan Anda
Tinjau palet warna merek Anda dan nilai efek emosionalnya. Cetak, sisihkan, lalu lihat kembali di lain waktu dengan pandangan yang segar untuk mengukur reaksi alami Anda. Karena asosiasi warna bisa bersifat subjektif, kumpulkan masukan dari teman dan kolega, atau lakukan pengujian pengguna, untuk memahami perasaan yang ditimbulkan warna merek Anda. Untuk desain web, uji beberapa mockup guna memastikan fungsionalitasnya. Memilih kombinasi warna yang tepat sangat penting demi kegunaan dan aksesibilitas.
"Saya cenderung menghindari penggunaan warna putih murni atau hitam murni," kata Sara. "Dengan layar berpencahayaan latar dan perangkat yang memancarkan cahaya biru, itu bisa sangat melelahkan mata. Palet warna inti yang menjaga keterbacaan dan kontras untuk situs web pasti akan memperkuat keseluruhan pengalaman."
Contoh warna merek e-commerce
Berikut cara merchant Shopify terkemuka menggunakan warna merek mereka untuk pemasaran dan pengenalan merek:
Ortega
Perusahaan kosmetik inklusif Ortega memilih biru muda yang lembut sebagai warna merek utamanya. Dalam sebuah wawancara di podcast Shopify Masters, pendirinya, Etienne Ortega mengungkapkan bahwa rona itu merujuk pada agave biru yang tumbuh di Jalisco, Meksiko, tempat ia dilahirkan.
Ortega menggunakan warna khasnya sebagai latar dalam fotografi produk, banner situs web, dan desain kemasan. Website Ortega juga menggunakan warna analog, yakni berbagai gradasi biru muda dan tua, untuk menciptakan efek yang lapang dan menenangkan.
Parachute
Parachute menjual produk perlengkapan tidur dan kamar mandi modern, serta menggunakan palet warna merek berupa abu-abu arang tua, merah muda pucat, krem, dan putih. Nuansa alami yang lembut ini membangkitkan perasaan tenang dan rileks.
Parachute menerapkan warna merek-nya di media sosial, halaman web, etalase toko, dan produk. Penggunaan warna yang serupa untuk pemasaran dan desain produk membantu Parachute membangun citra merek yang konsisten.
Spanx
Brand shapewear dan pakaian Spanx terutama menggunakan warna merah, putih, dan hitam dalam materi pemasaran dan penjenamaannya. Warna-warna yang kuat dan berkontras tinggi ini memperkuat gagasan bahwa Spanx ditujukan untuk wanita modern yang percaya diri.
Blueland
Blueland adalah merek produk pembersih ramah lingkungan. Meski banyak merek ramah lingkungan memilih hijau sebagai warna utama untuk menyiratkan keterkaitan dengan lingkungan, Blueland justru memilih biru untuk menyoroti fokusnya dalam mendukung pasokan air.
Warna sekunder Blueland adalah kuning, yang memberikan kontras yang baik. Warna-warna komplementer ini tampil pada logo, kemasan produk, elemen desain situs web, dan properti fotografinya.
Our Place
Perusahaan peralatan masak modern Our Place menggunakan biru pudar, hijau sage tua, terakota, dan nuansa netral yang hangat di seluruh merek-nya. Nuansa yang hangat dan menggugah ini membangkitkan rasa kesan ‘rumah’ dan nyaman.
Selain aksen pada desain web dan fotografi produk, Our Place menggunakan warna-warna ini dalam desain produknya. Wonder Oven yang populer tersedia dalam warna biru matte, terakota, krem, dan arang, sehingga membantunya menonjol di antara oven pemanggang berwarna hitam dan berbahan baja tahan karat.
FAQ cara memilih warna merek
Bagaimana cara memilih warna yang tepat untuk merek saya?
Untuk menemukan skema warna merek yang tepat, pertimbangkan cerita dan emosi pilihan yang Anda inginkan bagi orang lain ketika mereka akan mengaitkan sesuatu dengan bisnis Anda. Teliti psikologi warna dan pilih gradasi yang membangkitkan respons yang Anda inginkan atau yang mewakili sejarah Anda.
Apa itu aturan warna 60-30-10?
Aturan 60-30-10, sebuah pedoman desain, membantu Anda menyeimbangkan warna merek. Gunakan warna utama untuk 60% elemen desain, warna sekunder untuk 30%, dan warna aksen untuk 10%. Prinsip ini memperkuat kepentingan dan hierarki warna merek Anda.
Skema warna apa yang terbaik untuk merek e-commerce?
Tidak ada skema warna terbaik yang cocok untuk semua bisnis e-commerce. Warna merek terbaik untuk bisnis Anda bergantung pada identitas merek Anda yang unik dan kepribadian yang ingin Anda sampaikan. Namun, karena pelanggan utamanya berinteraksi dengan merek Anda secara online, prioritaskan kontras yang tinggi dan kemudahan penggunaan dalam pilihan Anda.

